Semakin dewasa, diriku semakin dipercaya untuk mendengarkan cerita masalah orang dewasa, contohnya saja cerita mengenai rumah tangga. semakin dewasa, gambaran tentang keluarga semakin jelas.
Memulai rumah tangga memang sangat menyenangkan. Berawal dari masa penjajakan kemudian melanjutkan ke arah yang lebih serius yaitu pernikahan, pemberkatan pernikahan dihadapan Tuhan. Menurutku untuk memulai rumah tangga butuh kepercayaan satu sama lain, rasa saling mencintai. Benarkan?
Tapi lebih dari itu, adalah bagaimana cara kita mempertahankan sebuah keluarga. Kita harus menahan rasa egoisme diri kita. Saling pengertian. Membangun keluarga adalah sama dengan membangun Gereja kecil. Apalagi ketika sudah mempunyai anak, mungkin pertimbangan mempertahankan keluarga adalah demi kebahagiaan si anak.
Tidak semua orang dilahirkan dengan sifat sama, tidak semua orang cocok satu sama lain karena punya banyak kesamaan. Kecocokan bisa terjadi karena perbedaan. Tapi sampai dimana titik kecocokan itu bisa bertahan? Apakah kebosanan bisa menjadi salah satu akibatnya? Bahkan orang yang sudah lama bekerja pada suatu pekerjaan bisa bosan dengan sendirinya, apalagi pernikahan, wajar jika titik kebosanan itu muncul.
Menurutku, pernikahan adalah sebuah misteri. Seorang - dua orang memutuskan untuk hidup bersama, menghadapi masa susah bersama. Kalau orang yang tidak saling mencintai mungkin akan berat menghadapinya.
Cinta itu menakjubkan ya? Aku harap banyak keluarga yang bisa untuk mempertahankan keluarganya. memang pernikahan tidak selamanya bahagia, ada masa-masa menyebalkan, membuat marah, kecewa, dll. Tapi aku harap mereka masih ingat bahwa Tuhan mempertemukan belahan jiwa kalian. Jagalah dengan baik. Dan ingatlah juga bahwa kalian sudah berjanji pada Tuhan untuk selalu bersama seumur hidup. Jadi jika masa susah itu muncul, berdoalah. Mintalah bantuan pada Tuhan, solusi dari-Nya pasti berat, namun jika kita percaya dia akan memberikan solusi yang paling indah yang bisa kita nikmati buahnya dengan manis dikemudian hari. Kalian hanya perlu percaya. Ya, percaya pada-Nya.
credits of pics : Orang Muda Katolik's Official Line, www.google.com






Komentar
Posting Komentar