Langsung ke konten utama

Lintang ada di Belitong!


Hallo pembaca yang budiman,

Kembali lagi setelah sekian lama tidak menulis di blog ini, tak terasa saya sudah lulus dari pendidikan master saya. Dan saat ini saya berada di Belitung.

Pengalaman yang baru buat saya menetap di luar pulau, sendiri, tanpa kerabat.

Ya saat ini saya berada di Belitung. Kota yang sangat indah, yang terkenal dengan keindahan pantainya, dan yang terkenal dengan filmnya “Laskar Pelangi”.



Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan tinggal di Belitung untuk tidak menikmati pantainya. 
Bersama kedua teman saya, kami pun jalan-jalan ke berbagai pulau dimulai dari Tanjung Kelayang. Awalnya saya malas panas-panasan di pulau dan di laut. 
Tapi perasaan malas itu mulai berubah ketika saya menaiki kapal dan melihat keindahan alam yang terbentang yang sedemikian indah Tuhan ciptakan. 
Lautnya benar-benar jernih dan biru. 
Benar-benar biru. Laut paling bersih dan paling biru yang pernah saya lihat. Cantik sekali.















Kami pun berfoto-foto ria. Saat pulang, saya bisa merasakan energi baru dari alam yang saya rasakan dalam diri saya. Saya jadi lebih semangat untuk melakukan aktivitas saya selanjutnya. 

Saat itu diatas kapal, saya menutup mata saya, merasakan derasnya angin menerpa badan saya, teriknya matahari mengintip dari kelopak mata saya yang tertutup. 
Sekilas saya membuka  mata dan melihat langit dan laut yang begitu biru seolah menjadi satu. 
Dan saya berteriak dari dalam hati “SAYA BISA!” sebagai penyemangat saya.



Belitung masih menjadi tempat yang penuh misteri bagi saya. Apakah yang bisa saya berbuat untuk kota ini? Sekiranya Tuhan membimbing saya kepada mereka yang membutuhkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Masa SMA : SMA STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA

Saat ini, pukul 10.52 entah mengapa saya teringat akan masa SMA saya. Dan satu yang ada di pikiran saya, saya ingin menulis gambaran masa SMA saya di blog ini. Yap, saya sebenarnya tinggal di Jakarta, hanya saja saya harus berpisah dengan kedua orang tua dan menempuh pendidikan di Yogyakarta, kota kelahiran saya. Serame apapun Jogja, tetap nyaman buat saya untuk tinggal disana. Jadi tidak ada masalah dengan saya untuk beradaptasi dengan kultur Jogja.  Di SMA ini bagi saya adalah, titik balik dari kepribadian saya yang sebelumnya anti sosial, tidak banyak bicara, pemalu, prestasi sekolah dibawah rata-rata. Salah satu alasannya adalah karena saya harus tinggal di asrama. Yap, SMA Stella Duce 1 adalah Boarding School. Mau tidak mau saya harus berinteraksi dengan banyak orang. Jujur ini sangat berat untuk saya. Apalagi, ketika saya pertama kali datang ke asrama, suster kepala memberi saya wanti-wanti bahwa saya harus berkelakuan baik, kalau tidak, dalam sehari satu sekol...

Pengalaman dan Tips mengikuti SIMAK UI 2015

Haloo readerrrs, long time no see. Oh ya,, pertama-tama saya ucapin Selamat Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 yaaa :) Seperti janji saya sebelumnya, saya mau sharing pengalaman saya selama saya masih menjadi jobseeker. Lho jobseeker? Tapi kok ambil S2 sih? Yap, dibulan Januari ini, saya memutuskan untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi. Ini merupakan salah satu target hidup saya di tahun yang baru ini. Saya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes SIMAK UI selama 3 bulan hehe. UI saya pilih karena lokasi perkuliahannya dekat dari rumah saya :) Pada SIMAK UI kali ini saya mengambil jurusan Magister Kenotariatan (MKn). Saya mengikuti tes sekitar tanggal 29 November 2015 kemarin. Puji Tuhan saya lolos SIMAK UI ini. Dan memulai perkuliahan bulan Febuari nanti. Doakan ya readers supaya saya bisa mengikuti perkuliahan dengan baik dan lulus dan menjadi Notaris handal yang bekerja sesuai jalan Tuhan. ^.^ yaudah yuk, daripada saya ntar malah curhat, lang...

Pengalaman ikut SEP :)

Pada akhir tahun 2017, saya mengalami masa-masa yang berat dalam hidup saya. Dan saya tidak tahu harus kemana dan berbuat apa agar untuk keluar dari keterpurukan ini. Lalu datanglah seorang senior alumni Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP), menjelaskan kepada saya apa itu SEP, dan mengajak saya untuk bergabung. Jujur, saya muak dan capek dengan hal-hal yang berbau religi, apalagi ketika saya penuh dengan masalah saat itu. Saya muak se muak-muaknya. Tak terasa, sebulan, dua bulan berlalu saat terakhir kali saya mendengar SEP dari kakak itu, tiba-tiba kakak itu menghubungi saya lagi, dan lagi, dan lagi untuk ikut SEP. Bahkan dia menyempatkan waktu untuk bertemu dan sharing pengalamannya ikut SEP. Baiklah, akhirnya saya luluh, setelah begitu gigihnya dia menjelaskan kepada saya apa itu SEP, dan yakin SEP dapat menolong saya dari keterpurukan hidup saya. Akhirnya saya mendaftarkan diri dan melakukan wawanhati. Ketika saya wawanhati, kegiatan SEP masih belum terbayangka...